Merantau Migrasi Dan Ekspatriasi Di Bumi

Merantau Migrasi Ekspatriasi

Sekarang Saya Tahu Kultur Cerita Merantau – Seperti yang diketahui, Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan pulau dan jutaan penduduknya. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak sekali masyarakat Indonesia yang menetap di luar negeri untuk bekerja atau berbisnis. Bahkan, menurut data Bank Dunia, jumlah ekspatriasi Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam artikel ini, penulis akan berbagi beberapa informasi mengenai sejarah Migrasi Manusia dan sebab mengapa kita merantau dan informasi lainnya mengenai diaspora indonesia di seluruh bumi.

Asal Usul Migrasi dan Merantau

Apa Yang Dimaksud Migrasi

Kata ini berasal dari bahasa Latin migratio yang berarti “perpindahan”. Migrasi adalah suatu proses perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lain, baik secara fisik maupun psikis. Migrasi dapat dilakukan oleh individu maupun kelompok, serta dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Secara umum, ada tiga jenis migrasi, yaitu:

  1. Migrasi internal, yaitu perpindahan penduduk dalam suatu negara dari satu daerah ke daerah lainnya. Misalnya, penduduk Jawa Barat pindah ke Jakarta atau sebaliknya.
  2. Migrasi antarnegara, yaitu perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lainnya. Misalnya, seorang warga Indonesia pindah ke Singapura untuk bekerja.
  3. Migrasi ekspatriasi, yaitu perpindahan penduduk dari negara asalnya menuju negara tujuan

Migrasi Antar Bintang

Migrasi antar bintang adalah proses pindahnya mahluk astra dari satu sistem bintang tempat ke tempat lain. Para mahluk di suatu tempat nun jauh memutuskan untuk berpindah dengan alasan ada terjadinya sesuatu di tempat asal dan merasa perlu untuk berpindah ke daerah lain untuk mendapatkan sumber solusi memperbaiki sumber asalnya. Ini di kisahkan di budaya Sumeria yang meyakini bahwa penguasa di Sumeria, Afrika Selatan dan Mesir pada masanya, Ia dinamai Annunaki berikut dengan keturunan Enki dan Enlil mengeksploitasi sumber emas yang ada di bumi untuk mengatasi permasalahan asmosfir planetnya. Emas ini, sering disebut diprses menjadi emas monoatomik tentunya sangat berharga. Bila diteliti dalam banyak ulasan juga literatur, memang dalam mitologi Sumeria, informasi ini menjadi saksi dan dapat kita lihat dan pelajari. Peninggalan tertulis tersebut ada dalam bentuk artefak tanah liat dinamakan cuneiform scriptures.

Akhir-akhir ini banyak hasil penelitian bidang astronomi termasuk Caltec dan NASA, membicarakan objek tata surya yang lumayan jauh edar orbitnya. Mereka menyebutnya sebagai planet-X atau nibiru yang telah meninggalkan sistem tata-surya kita lebih dari 2000 tahun lalu.

Selain dari itu, secara logika, bahwa sejak Big bang 13,8 milyar tahun lalu dan perlu di catat kalu saat ini Bumi dan manusia sudah memasuki era ke-enam, artinya, sebelum-sebelumnya, besar kemungkinan mahluk pintar itu ada di sana luar bumi dan bermigrasi ke bumi menabur benih yang menjadikan kita manusia. Ini digambarkan dalam film Ridley Scott berjudul Prometheus.

Migrasi Jaman Prasejarah

Migrasi jaman prasejarah dibagi menjadi dua yaitu migrasi penduduk asli dan migrasi pendatang baru.

<img decoding=
Ilustrasi Pergerakan Manis – Judul Merantau Migrasi Ekspatriasi

Di Indonesia sendiri, dalam memahami migrasi jaman prasejarah, sebelumnya perlu kita ketahui bahwa penduduk asli adalah suku-suku yang hidup di Indonesia sejak lebih dari 12.000 tahun yang lalu hingga sekarang. Mereka adalah manusia purba yang hidup di Indonesia dan mengalami pembagian secara geografis dan tidak terikat oleh batas-batas negara apapun saat itu. agama atau suku apapun saat itu (Sumber: Buku Pedoman Penilaian Kinerja Guru SD)

Migrasi jaman prasejarah ini merupakan migrasi penduduk asli yaitu seseorang atau kelompok orang yang berpindah dari tempat tinggalnya untuk mencari tempat tinggal baru dan menimbulkan migrasi pendatang. Migrasi asli berhubungan dengan perpindahan manusia dari tempat asal mereka menyebar ke seluruh dunia. Humanoid pertama kali muncul di Afrika pada kurun waktu antara 200.000-100.000 tahun yang lalu dan perlahan-lahan bergerak menuju Timur Tengah, Asia, dan akhirnya Eropa dan Amerika Selatan. Migrasi pendatang dimulai sekitar 10.000 tahun yang lalu ketika manusia mulai berpindah dari Asia ke Amerika Utara melalui Selat Bering, sebuah strip tanah yang terletak di antara Samudra Arktik dan Samudra Pasifik.

Migrasi di Jaman Modern

Ada yang migrasi karena musibah, ada pula yang migrasi karena mencari peluang. Pada jaman modern ini, migrasi masih terus terjadi. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya warga Negara Indonesia yang memilih untuk merantau atau ekspatriasi ke negara lain.

Migrasi di jaman modern seringkali dilakukan oleh mereka yang ingin mencari peluang agar dapat hidup layak dan lebih baik. Hal ini dikarenakan fakta bahwa di negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris, peluang untuk mendapatkan pekerjaan dan pendapatan yang lebih tinggi sangatlah besar. Oleh karena itu, banyak orang Indonesia yang memilih untuk pergi ke negara-negara tersebut untuk mencari peluang kerja.

Tidak hanya itu, di jaman modern ini banyak juga warga Indonesia yang memilih untuk ekspatriasi karena ingin mendapatkan

Merantau

Migrasi merupakan suatu proses perpindahan penduduk dari tempat asalnya ke tempat tujuan tertentu. Merantau adalah sebutan bagi penduduk Indonesia yang berangkat dari daerah asalnya untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan pendapatan di daerah lain. Banyak alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan migrasi, misalnya karena faktor ekonomi, politik, sosial, atau budaya.

Ekspatriasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas penduduk asing yang tinggal di suatu negara tertentu untuk jangka waktu tertentu. Ekspatriasi sering dilakukan oleh para profesional atau spesialis dalam bidang tertentu, seperti para ahli teknologi, ilmuwan, dokter, dan akademisi. Mereka biasanya bekerja untuk perusahaan atau organisasi internasional yang memiliki cabang di negara tujuan mereka. Negara besar seperti Amerika mengalami hal ini sejak ratusan tahun lalu yang didatangi pendatang dari penduduk utara amerika dikenal dengan sebutan the viking, Irlandia, Ingris, Italia, Jerman, Belanda dan Eropa timur, Afrika, Selatan Amerika dan lainnya menjadikan negara ini sebagai melting-pot terbesar.

Diaspora Indonesia

Dampak globalisasi dan perkembangan teknologi telah memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk bekerja di luar negri. Hal ini menyebabkan terjadinya fenomena migrasi yang semakin masif, baik secara legal maupun illegal. Fenomena ini telah membawa dampak positif dan negatif bagi Indonesia.

Positifnya, banyak orang Indonesia yang berhasil mendapatkan pekerjaan di luar negeri dan mengumpulkan uang untuk membantu menghidupi dan mensejahterakan keluarganya. Selain itu, mereka juga dapat membawa ilmu dan teknologi dari negara asalnya ke Indonesia. Negatifnya, banyak orang illegal yang terjebak di negara tujuan dan mengalami kesulitan finansial. Selain itu, adanya penyebaran budaya asing di Indonesia juga merupakan dampak negatif dari fenomena ini.

Statistik Diaspora Asal Indonesia Di Penjuru Dunia

Menurut presiden IDN-Global Mohammad Al Arief, ditahun 2015 saja, jumlah diaspora Indonesia mencapai 7n juta orang dan jumlah ini semakin meningkat seiring dengan verjalannya waktu. Indonesian Diaspora Network Global dan beberapa sumber lainnya melisting negara-negara tempat tinggal para diaspora.

Daftar Negara

Amerika Serikat
Australia
Bahrain
Belanda
Brasil
Brunei Darussalam
Cina
Filipina
Finlandia
Inggris
Jepang
Kaledonia Anyar
Kamboja
Kuwait
Madagaskar
Malaysia
Meksiko
Myanmar
Oman
Papua Nugini
Prancis
Qatar
Singapura
Swedia
Taiwan
Thailand

Cerita dan kisah dan ulasan kiprah para perantau atau diaspora akan terus berlanjut, Ikuti terus di laman kultur migrasi dan perilaku manusia di Sekarangsayatahu.com

Kultur

Mengapa Lagu dan Musik Coldplay Amsterdam Ini Paling Indah

Superfood – Resep Sarapan Makan Pagi 7 Hari Untuk Super Charger…

Makan Pemenuhan Nutrisi Dan Energy Atau Sekedar Kuliner Dan…

Musik Pop Rock And Roll Sejarah Yang Membuat Manusia Bahagia

El Camino De compostela – Perjalanan Spiritual

Katakan Aku Cinta Padamu Dalam 100 Bahasa

Penemuan Desember Berikut Hak Cipta Serta Paten

Hello Dunia – Sapa Dengan 100 Bahasa

Apa Itu Hari Kematian? Hari Perayaan Orang Mati Dan Hidup

Penemuan Dan Ciptaan Serta Paten Di Bulan November

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More